techno

Google Play Store Kembali Disusupi Malware Joker

28Views

Google playstore Disusupi Malware Joker pada awal bulan sekarang yang telah diinformasikan oleh para peneliti keamanan cyber dalam website resminya yang di mana mengumum kan bahwa Google play Store disusupi Malware Joker.

Ada sekitar 6 aplikasi malware yang telah mensusupi Google play Store bahkan tidak tanggung-tanggung ke 6 aplikasi Malware Joker tersebut setelah diunduh oleh para pengguna hingga 2 juta unduhan.

Bahkan belum sampai 1 bulan Google play Store disusupi oleh 6 aplikasi Malware Joker tersebut perusahaan cyber bernama Zscaler.

BACA JUGA :  Google Maps Hadirkan Fitur Baru Untuk Tampilkan Statistik Covid-19

Baru-baru ini telah menemukan 17 aplikasi mobile pada Google play Store yang di mana aplikasi tersebut telah terinfeksi oleh Malware tepatnya Manggar Joker.

Republik world telah mengatakan bahwa pihak dari perusahaan Google rupanya telah menerima beberapa laporan tentang adanya Malware Joker tersebut.

Dan kemudian pihak dari Google langsung mengambil tindakan dengan cara men-delete ke-17 aplikasi yang terkena Malware dari Joker tersebut.

BACA JUGA :  User Diizinkan Hapus Aplikasi Default oleh Uni Eropa

Aplikasi yang telah dihapus oleh Google yang terinfeksi oleh malware terdiri dari beberapa model aplikasi seperti model aplikasi PDF scanner, aplikasi untuk SMS, aplikasi untuk penerjemahan,dan yang terakhir adalah aplikasi untuk mengedit foto.

Sebenarnya masalah Malware Joker pada Google playstore rupanya bukan hal yang pertama kali terjadi, Malware ini memungkinkan si pelaku pengguna Malware akan dapat mencuri uang dari korban serta bisa juga menggunakan layanan premium dari aplikasi yang terkena Malware tersebut.

BACA JUGA :  Samsung Galaxy A42 5G, Smartphone Pertama Dengan Chipset Sanpdragon 750G

Bahkan tidak hanya itu Malware Joker juga memungkinkan untuk bisa mencuri data seperti pesan SMS dan juga daftar dari kontak di Smartphone kita, serta data-data pada ada smartphone si pengguna.

Cara kerja dari Malware Joker ini salah satunya adalah ia secara diam-diam untuk mendaftarkan perangkat si korban dalam berlangganan berbagai layanan premium yang dimana hal tersebut tentunya akan merugikan si korban nantinya.