otomotif

Dukungan Suzuki Indonesia Terhadap Pajak Mobil 0 Persen

Dukungan Suzuki Indonesia Terhadap Pajak Mobil 0 persenillustrasi
37Views

Wacara yang digulirkan pemerintah khususnya Kementrian Perindustrian ( Kemenperin ) Indonesia tampaknya disambut dengan baik oleh Suzuki. Melalui Pemegang Merek Mobil Suzuki, PT Suzuki Indomobil Sales ( SIS ) menyatakan bahwa pihaknya mendukung keputusan pemerintah terkait pajak nol persen untuk mobil baru.

Dukungan Suzuki Indonesia terhadap pajak mobil 0 persen ini sudah diberikan semenjak pihak pemerintah berdiskusi dengan GAIKINDO atau Gabungan Industri Kendaraan Bermotos Indonesia yang didalamnya terdapat Suzuki.

Angka penjualan diharapkan dapat ditingkatkan sehingga industri mobil di tanah air dapat bertahan ditengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia.

Meskipun demikian, sebagian kalangan berpendapat bahwa kebijakan pemerintah ini dapat mengusik pasar mobil bekas ditanah air. Namun GAIKINDO yakin bahwa kedua pelaku usaha dibidang penjualan khususnya mobil ini memiliki dua segment pasar yang berbeda dengan karakteristik berbeda.

BACA JUGA :  Harus Antri 5 Tahun Untuk Beli Suzuki Jimny

Karakteristik dan segment pasar yang berbeda antara Mobil baru dan Mobil bekas ini justru akan membuat kedua segment ini tidak lagi bersaing di balik layar dalam memberikan harga murah.

Penjualan mobil baru dengan pengurangan pajak bukan merupakan hal baru di bidang industri mobil ini, sebut saja Malaysia dan Thailand yang sudah terlebih dahulu mengeluarkan kebijakan pemangkasan pajak pembelian kendaraan bermotor.

BACA JUGA :  Tampil Elegan dengan Lexus UX Black Line Edition

Dukungan Suzuki Indonesia terhadap pajak mobil 0 persen ini bukan berupa dukungan buta, atau dukungan tanpa syarat atau catatan.

Melalui Marketing Director 4W PT. Suziki Indomobil Sales ( SIS ) Donny Saputtra, pihaknya mengingatkan pemerintah dan pihak – pihak lainnya yang terkait pada kebijakan pajak nol persen ini untuk memperhatikan instrument penunjang di sisi kiri dan kanan nya.

Selain memangkas pajak pembelian kendaraan bermotor ada beberapa hal yang memang bisa mendukung agar kebijakan ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan atau justru malah sebaliknya tambah Donny pada kesempatan yang sama

BACA JUGA :  Gambar Siluet Toyota New Fortuner dan New Innova Mulai Disebar

Yang pertama adalah kita harus memperhatikan terlebih dahulu kondisi ekonomi jangan sampai efek dari pandemi Covid-19 ini justru menjadikan akibat negatif terhadap kebijakan ini.

Bagian kedua yang terpenting adalah saat yang tepat, jangan sampai ketika stimulus tersebut di sahkan justru produk yang dijual bukan mobil dengan varian terbaru yang bisa memancing keinginan untuk membeli.

Regulasi merupakan point ke tiga yang perlu disiapkan karena diharapkan dengan regulasi baru bisa memberikan kesempatan hadirnya Segmen baru.

Dirinya mencontohkan program LCGC, setiap mobil baru LCGC hanya dikenakan 10% untuk pajak PPnBM.