newstechno

User Diizinkan Hapus Aplikasi Default oleh Uni Eropa

61Views

Baru-baru ini Uni Eropa telah mengijinkan para user dari Smartphone untuk bisa menghapus Aplikasi Default, hal ini seperti yang telah di sebutkan dalam RUU Uni Eropa tersebut.

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa pada smartphone Android kita pasti ada berbagai layanan baik itu dari Google ataupun aplikasi bawaan lainnya.

Kita sebagai user dari smartphone tentunya akan sangat terganggu dengan berbagai aplikasi bawaan tersebut karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa aplikasi-aplikasi tersebut tidak kita gunakan.

BACA JUGA :  Pusat Servis Xiaomi Masih Dibuka Selama PSBB

Akan tetapi untuk sekarang hal tersebut sepertinya tidak akan lagi terjadi di karena Uni Eropa telah mengijinkan para penggunanya untuk menghapus aplikasi aplikasi tersebut.

RUU Uni Eropa tentang digital service act telah dirancang ulang yang di mana akan memungkinkan bagi para pengguna dari Smartphone untuk bisa menghapus berbagai aplikasi bawaan.

Kabar Ini sebenarnya belum memiliki detail yang pasti akan tetapi undang-undang baru dari Uni Eropa ini intinya akan melarang beberapa perusahaan Smartphone untuk supaya aplikasi bisa dihapus nantinya oleh user.

BACA JUGA :  Mola TV App Akan Hadir di IndiHome

Untuk aplikasi yang akan dihapus tersebut juga belum jelas akan tetapi undang-undang terbaru ini ini tentunya akan menyangkut pada beberapa perusahaan teknologi dunia yang terbesar seperti Google dan juga Facebook.

Dalam larangan ini Uni Eropa akan memberikan denda kepada perusahaan besar seperti Google karena mereka telah memberikan akses kepada para produsen Smartphone untuk memaketkan aplikasi di Smartphone mereka.

BACA JUGA :  Lebih Bagus Produk Oppo Atau Produk Samsung?

Jika hal ini benar-benar telah disahkan oleh pemerintahan Uni Eropa tentunya akan dapat memungkinkan bagi para user untuk menghapus beberapa aplikasi si yang sangat mengganggu pada smartphone mereka.

Tidak hanya itu pada digital service act juga akan mengharuskan bagi para perusahaan besar dunia untuk membatasi pengumpulan data daripada pengguna.