news

Kejaksaan Agung Kebakaran, Ini Pentingnya Digitalisasi Dokumen

28Views

Kejaksaan Agung mendapatkan sebuah  musibah yang sangat besar akibat dari bencana alam atau peristiwa kebakaran yang mengakibatkan semua penyimpanan dokumen dan juga pengarsipan yang secara digital begitu sangat penting yang berguna untuk mengantisiasi kehilangan berkas-berkas.

Menurut para ahli keamanan cyber Alfons Tanujaya, masa;ah yang terjadi tidak akan menjadi sederhana seperti itu jika dengan digitalisasi dokumen tersebut berkaitan dengan berbagai perkara hukum di dalamnya.

Ahli keamanan cyber Allfons Tanujaya pernah berkomentar mengenai hal ini, dia berkomentar bahwa tidak semua bisa digunakan yang dimana terdapat banyak sekali dokumen yang secara fisik bisa discan menjadi bentuk sebuah digital.

Namun dengan demikian apakah (dokumen digital-red) yang dapat dijadikan seuah alat pendukung dengan sebuah bukti hukum?

Sebelumnya telah disebutkan oleh Alfons Tanujaya yang dimana mengatakan bahwa, walaupun kita seua bisa untuk membaca sebuah dokumen yang di dalamnya berbentuk digital terdapat sebuah dokumen tertentu yang dimana jika sebuah berkas aslinya tersebut ikut terbakar dalam insiden tersebut atau mungkin hilang karena dengan ha yang lainnya, dengan hal tersebut yang bisa diragukan dan bahkan tidak dapat digunakan kembali sebagai bukti hukum.

BACA JUGA :  YouTube Music Sudah di Unduh 500 Juta Kali

Dijelaskan kembali bahwa, jika untuk semua informasi memasng masih bisa untuk didapatkan, namun untuk alat bukti di pengadilan dan juga untuk mengambil sebuah keputusan itu sangat berbeda urusannya. Dimana harus di setjui oleh UU dan bahkan dokumen digital tersebut juga yang dapat menjadikan salah satu alat bukti.

Namun dengan adanya insiden tersebut kita mau tidak mau harus bergerak ke arah digitalisasi yang dimana menurut Alfons Tanujaya yang mnegatakan terdapat banyak sekali manfaat pada digitalisasi data dan salah satu manfaatnya adalah kita tidak akan khawatir dengan arsip tersebut dilalap api pada saat terjadi peristiwa kebakaran.

BACA JUGA :  Setelah Satu Dekade Berjalan Wikipedia Baru Ubah Tampilan

Dengan demikian Digitalisasi ini juga yang akan mengurangi penggunaan kertas yang tidak perlu untuk memerlukan sebuah tempat untuk menyimmpan yang secara fisik dokumen dalam jumlah yang sangat banyak.

Dengan itu yang akan mempermudah para pengguna dalam mengakses dan juga mencarinya serta terdapat beberapa data yang dapat diamankan di dalam beberapa tempat sekaligusnya, katanya.

Namun untuk di sisi lainnya, transformasi digital tersebut yang akan mengharuskan kita untk  lebi waspada dan juga untuk memperketat keamanan cyber, jika terdapar kecerobohan dan tidak berhati-hati maka terdapat ancaman yang tidak main-main.

Yang paling bahayanya yaitu kita semua sering lemah dalam sisi keamanannya, dimana keamanan ini sendiri yang tidak bisa untuk dimain-mainkan, jika ceroboh maka akan terjadi kasus-kasus dengan mengenai penjualan data, penyalahgunaan data dan masih banyak yang lainnya.

BACA JUGA :  Kabar Beredar Xiaomi Akan Punya Perangkat Baru

Menurut Alfons Tanujaya bahwa dokumen digital ini yang idealnya bisa digunakan untuk mendukung sebuah proses pengadilan, namun selain itu juga undang-undang dan juga perangkat hukum juga harus disesuaikan.

Dengan adanya perangkat hukum dan juga undang-undang pendukungnya diharuskan untuk selalu mendukung jika dengan dokumen tersebut sah digunakan untuk menjadi sebuah bukti di dalam pengadilan.

Namun untuk sekarang mungkin belum bisa dikarenakan masih panjang PR nya yang masih banyak jika untuk bukti fiksinya masih belum ada sehingga tidak bisa dijerat hukum, ujarnya.

Disini tidk ada hal yang mudah untuk perangkat hukum yang digunakan untuk bertansformasi ke sebuah digital, Alfons Tanujaya juga menambahkan bahwa jangankan di Indonesia, negara maju juga kesulitan daam emnyesuaikan proses digitalisasi untuk erangkat hukum.