newstechno

Instagram Dituding Kembali Karena Mengintip Tanpa Izin

47Views

Aplikasi Instagram sekarang mendapatkan gugatan kembali pasalnya mereka menggunakan kamera tanpa izin di aplikasi mereka

Para pengguna merasa mereka sedang dimata-matai oleh pihak Instagram gugatan tersebut telah mereka ajukan kepada seorang pengguna yang bernama Brittany conditi di new Jersey

Mereka mengajukan gugatan pada pengadilan hukum di san Francisco Amerika serikat, dalam isi gugatan tersebut Brittany menyebutkan bahwa perusahaan

Instagram ingin mengumpulkan beberapa data dari penggunanya secara diam-diam menggunakan kamera dari aplikasi tersebut.

BACA JUGA :  Hp Vivo Bagus Gak? Ini Kelebihannya!

Tuntutan serupa juga pernah terjadi pada bulan Juli lalu yang di mana laporan kali ini akan menyusul dari laporan tersebut

Isi laporan pada bulan Juli lalu adalah mereka melaporkan bahwa perusahaan Instagram sedang memata-matai para pengguna iPhone tanpa seizin mereka dengan sama melalui kamera pada aplikasi Instagram tersebut

Seperti yang dikutip ada ubergizmo pada hari ini ini bahwa aplikasi Instagram rupanya selalu mengakses dari kamera para usernya

BACA JUGA :  WhatsApp Web Kini Akan Didukung Fingerprint

Baik itu ketika mereka menggunakan aplikasi Instagram ataupun ketika mereka tidak melakukan pengambilan foto dan hanya ingin menjelajahi aplikasi tersebut.

Akan tetapi perusahaan Facebook yang kini memiliki Instagram membantah keras tentang pernyataan yang telah dilontarkan tersebut dan berkata bahwa penjelasan tersebut tidaklah legal dari pihak mereka.

Perusahaan Facebook mengatakan bahwa mereka tidak mengakses kamera mereka dan juga tidak merekam data dari para penggunanya

BACA JUGA :  Apple Tengah Siapkan Konsol Gaming Terbaru Berbasis ARM

Rupanya hal ini bukan pertama kali ditujukan pada Instagram sebelumnya juga tuntutan tersebut telah mereka dapatkan ketika mereka dituduh telah mengumpulkan data biometrik dari para usernya.

Dan tidaknya itu perusahaan Facebook selaku pemilik dari Instagram saat ini ini bisa saja terancam denda sebesar 1000 US Dollar atau sekitar ar 14,7 juta sekali pelanggaran. Dan jika memang terbukti maka akan didenda sekitar rp5.000 US Dollar.