healthtechno

Melalui Aplikasi Nafas Pemprov DKI Bisa Pantau Kualitas Udara

43Views

Aplikasi Nafas merupakan aplikasi buatan anak muda Indonesia yang yang telah berhasil diluncurkan untuk memberikan kemudahan bagi pemerintah DKI Jakarta.

Pasalnya aplikasi Nafas Ini bisa membantu pemerintahan DKI Jakarta untuk bisa memantau kualitas udara pada wilayah mereka.

Aplikasi Nafas ini telah memberikan beberapa alat dan juga telah memasang lebih dari 27 sensor untuk mengecek kualitas udara di berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Dengan memasang 27 titik sensor tersebut sensor tersebut akan memberikan sebuah input data kualitas udara di wilayah tersebut dengan real Time ke para penggunanya di Aplikasi Nafas.

BACA JUGA :  Cara Aktifkan Paket Data Spesial Telkomsel, 5 GB Cuma Rp 1 Perak!

Rupanya aplikasi ini juga tidak hanya memberikan data kualitas udara di wilayah DKI Jakarta saja akan tetapi aplikasi nafas ini memberikan beberapa kualitas udara di beberapa wilayah selain DKI Jakarta.

Misalnya saja wilayah yang akan dapat memantau kualitas udara mereka seperti wilayah Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, dan yang terakhir adalah wilayah Bekasi.

BACA JUGA :  Daftar Aplikasi Informasi Gempa Terbaik

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Pemprov DKI Jakarta sekarang ini telah bekerjasama dengan vital strategis serta Bloomberg philanthopies.

Kerjasama mereka memiliki tujuan untuk meluncurkan sebuah dukungan serta kerjasama berupa apa tindakan yang di mana ditujukan untuk membersihkan dan juga output hasil akhir nya adalah wilayah Jakarta memiliki bebas polusi.

Gubernur DKI Jakarta yaitu Anies Baswedan dan juga beberapa pakar di bidangnya telah berspekulasi bawa masalah pada polusi udara tersebut telah memberikan dampak yang cukup buruk.

BACA JUGA :  Unlimited Internet Tri Hanya Rp1000, Ini Caranya!

Bahkan lebih dari 5,5 juta penduduk telah dilaporkan terinfeksi penyakit gangguan pernapasan mereka hal ini karena disebabkan oleh kualitas udara di DKI Jakarta tidak bagus.

Diperkirakan pada setiap menitnya penambahan kasus infeksi saluran pernapasan di wilayah DKI Jakarta mencapai 11 kasus per menitnya hal ini ini yang menjadi salah satu yang harus dibenahi oleh Pemprov DKI Jakarta.