finance

4 Negara Ini Diperkirakan Kebal Resesi

37Views

Dengan masih berlangsungnya penemu virus Corona ini telah banyak membuat beberapa negara jatuh pada jurang kemiskinan dan resesi, namun dengan maraknya negara-negara yang jatuh ternyata ada juga beberapa negara yang masih bertahan dan tidak jatuh pada jurang resesi tersebut

Kira-kira negara mana saja yang kuat mempertahankan negaranya dari kemunduran di masa endemik virus Corona ini, melansir dari CNN Indonesia pada hari Senin 21 September 2020 inilah beberapa negara yang diperkirakan kebal dari resesi:

China

Negara pertama yang diperkirakan tidak akan mengalami resesi adalah negara China karena selama kuartal 2020 ekonomi negara tersebut hanya mengalami beberapa kontraksi sebesar 6,8% dan ini adalah sebuah kontraksi terendah sejak mereka revolusi si pada tahun 1976 dan lalu kemudian mereka bisa menaikkan kontraksi mereka dan tumbuh sebesar 3,2%

BACA JUGA :  Struktur Organisasi Alfamart

Vietnam

Negara selanjutnya yang diperkirakan akan lolos dari resensi adalah negara Vietnam negara ini rupanya menjadi salah satu negara yang sukses dalam mengendalikan penyebaran dari virus Corona ini dan tidak hanya itu diperkirakan juga bahwa negara Vietnam ini dapat bertahan dan bahkan menumbuhkan ekonominya ke jalan yang lebih baik, bahkan pada kuartal kedua pada tahun 2020 ekonomi dari negara ini bisa naik hingga 0,36%

BACA JUGA :  PT. Dana Reksa memiliki 2 Komisaris baru

Turkmenistan

Selanjutnya adalah negara Turkmenistan negara ini rupanya dalam kuartal kedua nya pada tahun 2020 telah mencatatkan sebuah pertumbuhan ekonomi yang pesat, bahkan PDB negara ini akan mencapai $40,50 miliar di tahun 2020, maka negara ini diperkirakan dalam waktu mendatang akan berada pada trending sekitaran $41,50 miliar pada tahun 2021 nanti.

BACA JUGA :  Maskapai Thai Airways Bangkrut, Kini Banting Setir Jual Gorengan

Pakistan

Selanjutnya adalah negara Pakistan negara ini memiliki kementerian keuangan yang di mana kemarin telah melaporkan kontraksi dari ekonomi mereka selama enam bulan kebelakang, mereka memperkirakan bahwa kenaikan dari ekonomi negara mereka mulai positif di bulan Juli kemarin.

Pertumbuhan dari ekonomi mereka di kuartal kedua kemarin menjadi cepat yaitu sebesar 2,58% akan tetapi hal tersebut berubah pada kuartal ketiga mereka yang hanya naik sebesar 0,19% hal ini karena pengaruh dari pen demi virus Corona.