culturetechno

Google Menambahkan Halaman Batik Pada Google Arts & Culture

41Views

Baru-baru ini perusahaan Google telah menambahkan beberapa halaman sebuah batik pada ada fitur Google arts & culture.

Pada halaman yang telah ditambahkan oleh mereka tersebut berisikan tentang lebih dari 1100 jenis tekstil Indonesia yang dimana disuguhkan Dengan menggunakan resolusi yang tinggi Gie yang diambil dari art kamera.

Di dalamnya berisi koleksi yang meliputi lebih dari 900 batik yang memiliki 45 pola batik yang baru, selain batik ada beberapa tradisi juga yang masuk dan ditambahkan oleh Google.

BACA JUGA :  Perbandingan Realme C15 VS Realme C11

Antara lain ada 200 tradisi tekstil di indonesia seperti songket, ulos, dan juga ikat, serta ada 23 cerita digital yang dipilih oleh kurator ahli.

Beberapa materi yang telah disembuhkan tersebut diharapkan akan dapat mengedukasi bagi para pelajar maupun orang dewasa dan juga tidak hanya itu materi tersebut akan dapat kita download untuk kebutuhan belajar.

Tidak hanya itu kontribusi dari Google Arts & Culture rupanya antara lain telah melatih lebih dari 50 pakar batik dengan menggunakan lokakarya melalui gapura digital.

BACA JUGA :  Cara Mengatasi Laptop Lemot Windows 10

Hal ini diharapkan akan membantu untuk memajukan berbagai bisnis mereka melalui sosial media dan juga digital, hal ini seperti yang telah dikatakan oleh

Direktur cultural institut an art project Google yang di mana mengatakan bahwa hal tersebut adalah dalam rangka untuk merayakan hari besar batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober hari ini.

BACA JUGA :  Versi Gratis Google Meet Mulai 1 Oktober Menjadi 60 Menit

Google bekerja sama dengan kementerian pendidikan dan juga kebudayaan ataupun Kemendikbud dan juga beberapa lembaga lainnya seperti museum tekstil Jakarta serta yayasan batik Indonesia ataupun YBI.

Menurut mereka batik Indonesia adalah salah satu batik yang telah diakui sebagai kekayaan budaya sejak beberapa tahun yang lalu, dan untuk memajukan industri dari batik tersebut pemerintah dan juga berbagai komunitas telah banyak mempromosikan produk budaya asli Indonesia ini.